Puisi Wabah Covid-19 - SEMOGA LEKAS PULIH
Semoga Lekas Pulih
Suasana dunia saat ini tak begitu baik
Ia sedang sakit
Dan butuh istirahat
Sejak kedatangan virus kecil itu
Dunia menjadi warna baru bagi manusia
Dunia kini sedang bergelut dengan si kecil yang tak terlihat namun mematikan
Sekejap menghilangkan raga puluhan, ratusan, ribuan bahkan jutaan
Mengikis sudut-sudut kota keramaian menjadi sepi
Beribadah, belajar, dan berkerja kini dirumahkan
Namun,, ini bukanlah pilihan dunia
Tak satupun tahu penyebabnya mengapa
Hanya Tuhan yang memiliki maksud ini semua
Namun, Tuhan tak memutus segalanya dari kita
Hanya butuh waktu saja untuk menanti
Walau sudah sedikit berat dirasa
Hari-hari kian terasa mengkhawatirkan dan menyedihkan
Banyak impian manusia tertunda selang beberapa lama
Banyak manusia yang diuji sulit untuk memenuhi kebutuhannya
Namun Tuhan tak membiarkan semua itu
Semua akan ada jalannya
Semua akan ada hikmahnya
Mari merenung
Mungkin kita sudah lama tak pulang ke rumah
Beramah tamah, bercanda dengan keluarga
Sekedar minum teh bersama di pagi hari
Mungkin itu jarang sekali terjadi
Dirumah kini menjadi segalanya
Menikmati matahari, senja, hujan dengan warna berbeda
Cukup beberapa langkah dari pintu rumah
Tak seluas sebelumnya
Bertemu teman, rekan kerja juga dengan warna yg berbeda
Namun, itu tak memutus tali persaudaraan diantara sesama
Dirumah aja kita bisa saling membantu
Membantu mereka yang tengah kesulitan
Di rumah aja
Inilah obat untuk dunia saat ini
Dunia menuntut kita untuk di rumah aja
Menutup celah penyebaran untuk kesembuhan
Kecuali bagi mereka para pejuang penyelamat jiwa
Pemerintah, rekan medis, dan para relawan yang bejuang dengan ketulusan
Semoga Tuhan lindungi mereka dan kita semua
Hanya butuh waktu untuk menanti
Dunia,,
Semoga lekas pulih
Suasana dunia saat ini tak begitu baik
Ia sedang sakit
Dan butuh istirahat
Sejak kedatangan virus kecil itu
Dunia menjadi warna baru bagi manusia
Dunia kini sedang bergelut dengan si kecil yang tak terlihat namun mematikan
Sekejap menghilangkan raga puluhan, ratusan, ribuan bahkan jutaan
Mengikis sudut-sudut kota keramaian menjadi sepi
Beribadah, belajar, dan berkerja kini dirumahkan
Namun,, ini bukanlah pilihan dunia
Tak satupun tahu penyebabnya mengapa
Hanya Tuhan yang memiliki maksud ini semua
Namun, Tuhan tak memutus segalanya dari kita
Hanya butuh waktu saja untuk menanti
Walau sudah sedikit berat dirasa
Hari-hari kian terasa mengkhawatirkan dan menyedihkan
Banyak impian manusia tertunda selang beberapa lama
Banyak manusia yang diuji sulit untuk memenuhi kebutuhannya
Namun Tuhan tak membiarkan semua itu
Semua akan ada jalannya
Semua akan ada hikmahnya
Mari merenung
Mungkin kita sudah lama tak pulang ke rumah
Beramah tamah, bercanda dengan keluarga
Sekedar minum teh bersama di pagi hari
Mungkin itu jarang sekali terjadi
Dirumah kini menjadi segalanya
Menikmati matahari, senja, hujan dengan warna berbeda
Cukup beberapa langkah dari pintu rumah
Tak seluas sebelumnya
Bertemu teman, rekan kerja juga dengan warna yg berbeda
Namun, itu tak memutus tali persaudaraan diantara sesama
Dirumah aja kita bisa saling membantu
Membantu mereka yang tengah kesulitan
Di rumah aja
Inilah obat untuk dunia saat ini
Dunia menuntut kita untuk di rumah aja
Menutup celah penyebaran untuk kesembuhan
Kecuali bagi mereka para pejuang penyelamat jiwa
Pemerintah, rekan medis, dan para relawan yang bejuang dengan ketulusan
Semoga Tuhan lindungi mereka dan kita semua
Hanya butuh waktu untuk menanti
Dunia,,
Semoga lekas pulih
Komentar
Posting Komentar